AYAH SEBAGAI MOTIVATOR ANAK


Oleh: Sukma Nurrizki*

Kehadiran seorang ayah dalam sebuah keluarga di pandang sebagai satu hal yang amat penting. Peran para ayah di seluruh penjuru dunia sekarang ini tidak hanya sekadar menjadi tulang punggung keluarga saja. Namun mereka juga di tuntut untuk menjadi seorang kepala keluarga yang mampu menjadi sandaran, pelindung, serta mengemban amanat dengan baik  dalam sebuah rumah tangga. Karena pada dasarnya, tujuan seorang manusia di ciptakan oleh Tuhan adalah untuk menjadi seorang pemimpin.
Pada kenyataannya, sosok Ayah yang  keberadaannya di anggap penting tersebut rupanya tidak serta merta membuat posisinya mendominasi seperti sosok ibu. Kebanyakan  anak lebih banyak meminta bantuan dan terlihat lebih dekat dengan sang Ibu. Maka wajar saja jika sebagian dari kita lebih familiar dengan Hari Ibu Nasional, dan mengabaikan fakta bahwa ternyata ada juga Hari Ayah Nasional yang memang masih terdengar asing di telinga kita.
Di Amerika, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hong Kong, serta beberapa negara lainnya. Peringatan Hari Ayah atau Father’s Day dirayakan pada minggu di pekan ketiga bulan Juni, biasanya anak-anak yang tinggal di negara tersebut akan memberikan sebuah hadiah atau kejutan untuk ayahnya. Hal itu sudah menjadi tradisi sejak pertama kali hari ayah di resmikan sejak abad ke-12 silam.
Sementara di Indonesia sendiri, Hari Ayah ini jatuh pada tanggal 12 November. Dengan konsep utama untuk menghormati peran seorang Ayah. Hari Ayah Nasional pertama kali dideklarasikan di Solo pada tahun 2006, di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Jika kita lihat, peran Ayah tak kalah penting karena selain mencari nafkah, Ayah juga merupakan teman bermain anak. Karena, bimbingan Ayah akan membekas terhadap anak sampai dewasa nanti, motivasi hidup yang diberikan oleh Ayah akan menjadi acuan sang Anak untuk menggapai kesuksesannya. Namun, banyak Ayah yang kurang memperhatikan hubungan dengan anaknya, sehingga ketika anak melakukan kesalahan seakan yang disalahkan hanya anaknya, padahal disanalah peran penting seorang Ayah dalam menanggapi sebuah permasalahan dengan sang anak. Karena, anak akan termotivasi dari perilaku ayahnya, jika ayahnya kurang memberikan perhatian seakan anak akan mencari perhatian dari orang lain.
Selanjutnya, jika sudah semakin banyak orang yang mengetahui tentang makna Hari Ayah Nasional ini. Di harapkan hubungan antara Ayah dan keluarga, khususnya dengan anak akan menjadi lebih berkualitas sekaligus menjadi momen berharga. Sehingga tidak akan ada lagi fenomena “Ayah ada tapi tiada” seperti yang di kutip oleh Rinaldi (Praktisi pendidikan ke-Ayah-an). Dengan begitu, para Ayah tidak lagi berpikir bahwa pergi bekerja sebelum matahari terbit dan pulang ketika matahari terbenam menjadi sebuah keharusan dalam memenuhi kebutuhan keluarga, namun sudah seharusnya mereka juga menyadari bahwa mendidik dan mengasuh anak juga harus di penuhi sebagai kewajiban utama.

*Penulis: Anggota Baru (Opini) Periscope 2016

AYAH SEBAGAI MOTIVATOR ANAK AYAH SEBAGAI MOTIVATOR ANAK Reviewed by Periscope 14 on November 12, 2016 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD

home ads